Alat optik alami yaitu mata, sedangkan yang termasuk alat optik buatan di antaranya adalah kacamata, kamera, lup (kaca pembesar), mikroskop, teropong atau teleskop, periskop dan sebagainya.

alat optik


 Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Merambat Lurus

- Lampu kendaraan seperti pada motor dan mobil. Saat lampu dinyalakan, berkas cahayanya akan merambat lurus.

- Bayangan yang bentuknya sama dengan benda aslinya. 

- Lampu atau senter yang menerangi ruangan yang gelap.

Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Menembus Benda Bening

- Sinar Matahari yang menembus kaca jendela, sehingga membuat ruangan menjadi terang.

- Dasar kolam bisa terlihat karena adanya sinar matahari yang menembus air yang merupakan benda bening.

Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Bisa Dipantulkan

- Munculnya pantulan yang serupa pada cermin datar. Ini terjadi saat kita bercermin.

- Cermin cembung di spion kendaraan yang memantulkan benda-benda yang ada di sekitar.

Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Bisa Dibiaskan

- Pensil yang terlihat patah saat dimasukkan ke dalam gelas bening berisi air.

- Dasar kolam renang yang terlihat dangkal.

Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Terdiri dari Berbagai Warna

- Munculnya pelangi.



pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari


 Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasatmata maupun yang tidak.[2][3] Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indra penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.

Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitasfrekuensi atau panjang gelombangpolarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensidifraksidispersipolarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris (en:geometrical optics) dan optika fisis (en:physical optics).

Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 Ludwig Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max Planck pada tahun 1899 dengan hipotesis bahwa energi yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi, E.


Pada tahun 1905, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik, cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh Louis de Broglie menunjukkan elektron mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus teori dualitas partikel-gelombang.

Albert Einstein kemudian pada tahun 1926 membuat postulat berdasarkan efek fotolistrik, bahwa cahaya tersusun dari kuanta yang disebut foton yang mempunyai sifat dualitas yang sama. Karya Albert Einstein dan Max Planck mendapatkan penghargaan Nobel masing-masing pada tahun 1921 dan 1918 dan menjadi dasar teori mekanika kuantum yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan, termasuk Werner HeisenbergNiels BohrErwin SchrödingerMax BornJohn von NeumannPaul DiracWolfgang PauliDavid HilbertRoy J. Glauber dan lain-lain.

Era ini kemudian disebut era optika modern dan cahaya didefinisikan sebagai dualisme gelombang transversal elektromagnetik dan aliran partikel yang disebut foton. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan ditemukannya sinar maser, dan sinar laser pada tahun 1960. Era optika modern tidak serta merta mengakhiri era optika klasik, tetapi memperkenalkan sifat-sifat cahaya yang lain yaitu difusi dan hamburan.

cahaya

 


Gelombang ultrasonik untuk alat pendeteksi janin (USG)
. Gelombang radiio untuk komunikasi. Gelombang sinar X untuk rontgen. Gelombang mikro dimanfaatkan untuk memanaskan makanan (microwave).

PENJELASAN VIDEO:


pemanfaatan gelombang dalam kehidupan sehari-hari

Gelombang
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide.

Kenapa Muncul Gelombang
Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang.


PENJELASAN VIDEO:

Gelombang


 
Getaran banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari hari contohnya: Getaran pada senar gitar yang dipetik akan menghasilkan suara yang merdu, Getaran pada bandul dapat digunakan sebagai penunjuk waktu, getaran jaring laba-laba digunakan untuk mencari mangsa, dan getaran pegas pada alat suspense mobil memberi kenyamanan ...

PENJELASAN VIDEO:
pe

Pemanfaatan Getaran dalam Kehidupan sehari hari

 

PENGERTIAN GETARAN 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), getaran adalah goyangan cepat dan berulang-ulang (tentang benda-benda halus seperti jarum jam, per). Getaran adalah gerak yang terjadi secara bolak-balik di sekitar kesetimbangan. Melansir Britannica, getaran adalah gerakan bolak-balik berperiode dari partikel sebuah benda. Jadi, dapat dikatakan bahwa getaran adalah istilah yang mengacu pada gerakan bolak-balik.

Syarat terjadinya getaran adalah benda mengalami kondisi diam apabila tidak menerima gaya gerak. Selain itu, jarak simpangan terjauh yang timbul secara bolak-balik akibat getaran, selalu sama bila diukur dari titik tengah.


Ciri-Ciri Getaran

Getaran adalah jenis gerak yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik gerak alamiah maupun buatan manusia. Semua getaran memiliki ciri-ciri tertentu. Contohnya bila sebuah pegas diberi beban yang ringan, misalnya 5 gram kemudian ditarik dan dilepaskan, gerakkannya akan bolak-balik sama dengan gerak bandul.

Rumus Getaran

jika dalam percobaan tersebut kamu menghitung banyaknya getaran (n) sampai getarannya berhenti dalam waktu getarnya (t), kamu akan mendapatkan nilai frekuensi yang disimbolkan dengan (f) yaitu banyaknya getaran dalam satu detik yang dirumuskan dengan:

F = banyaknya getar (n) / waktu getar (t)

Untuk menghitung besar periode kamu juga bisa menggunakan kebalikan dari rumus di atas, yaitu:

T = waktu getar (t) / banyaknya getar (n)

Jika kamu mengerjakan soal tersebut, ternyata didapat nilai T = 1/F, dan bila dibalik akan didapat nilai F = 1/T. Jadi ciri-ciri getaran yaitu memiliki frekuensi (f), periode (T), dan waktu getar (t).

Frekuensi adalah banyaknya getaran dalam satu detik. Satuan dari frekuensi adalah Hertz (Hz). Sementara periode adalah waktu yang dibutuhkan suatu benda untuk mengalami satu kali getaran. Secara mudah, frekuensi dan periode adalah saling berkebalikan.

Sementara itu, kamu juga perlu mengenali tentang amplitudo. Amplitudo adalah simpangan terjauh dari titik setimbang. Pada bandul, titik kesetimbangan berada pada titik B dan amplitudonya adalah dari A-B atau B-C. Pada pegas, titik setimbangnya berada pada A dan amplitudonya dari A-B atau A-C.

Kuat lemah pergerakan gerak periodik dipengaruhi oleh energi yang diberikan. Makin besar energi yang diberikan maka makin kuat getaran yang terjadi. Kuatnya getaran tersebut juga mengakibatkan besarnya amplitudo getaran tersebut. Satu kali benda mengalami getara adalah satu kali gerak bolak-balik penuh dari benda tersebut.

SUMBER:https://www.liputan6.com/


PENJELASAN VIDEO:


pengertian getaran beserta RUMUSNYA

- Copyright © BALINDRA HAFIZ JAGADDITHA - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -